Indahnya kebersamaan itu

Indahnya kebersamaan itu

Indahnya kebersamaan itu

Indahnya kebersamaan itu

Indahnya kebersamaan itu

Bunga-bunga Perjuangan

Bunga-bunga Perjuangan

Perilaku muslimah era Rosululloh SAW merupakan contoh dari penerapan Syariat Islam yang agung lantaran ketinggian derajat yang keluar dari lidah Rosululloh yang mulia. “Al Jannatu Tahta Aqdamil Ummahal”, surga terletak di bawah telapak kaki ibu.. keleluasan bergerak berjalan mulus karena perangkat syari’at bukan sekedar menjadi bekal pengetahuan saja, tapi sudah menjadi urat nadi mereka.

Muroqobbah (keterikatan dengan Alloh) dan Maiyatulloh (kesertaan Alloh) yang menjadi basic kehidupan para shohabiyah memungkinkan berjalannya system control yang menakjubkan. Kita lihat cerminannya pada kisah wanita Al-Ghomidiyyah yang rela dirajam sampai mati demi mempertaruhkan kemuliaan di sisi Alloh dan membersihkan diri dari dosa zinah di hadapan-Nya. Bagaimana Khodijah Binti Khuwalid yang mengorbankan seluruh harta bahkan jiwanya untuk membela dan memperjuangkan syari’at yang dibawa Rosululloh. Bagaimana Asma Binti Abu Bakar yang rela berjalan di atas gurun yang panas dan gersang sambil membawa perbekalan untuk Rosululloh. Sungguh ini adalah sebuah perjuangan yang taruhannya mati, yang patut kita contoh.

Para muslimah adalah sebagai da’iyah, ia menjadi salah satu dari penjaga-penjaga pintu dakwah Islamiyah, muslimah adalah hamba Alloh, mitra perjuangan para muslim. Ia adalah anak dari kedua orang tuanya, istri bagi suaminya, dan ibu dari anak-anaknya.

Bunga-bunga Sejati

Bunga Bunga Sejati

Masalah kaum wanita merupakan bagian dari persoalan-persoalan zaman ini yang paling penting dan luas pengaruhnya, sebab kaum wanita memiliki peran yang besar dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat. Kebaikan pada keluarga maupun masyarakat tidak akan terwujud jika kaum wanitanya tidak baik. Ya !! Wanitalah bunga yang senantiasa member wangi pada lingkungannya.

Beberapa pakar menganalisa bahwa kaum wanita adalah kaum yang lemah, sangat perasa yang mungkin kesensitifannya melebihi kaum pria yang lebih cenderung kuat dan rasional. Tapi justru tidak begitu adanya pada setaip manusia yang memang memiliki “emosi positif” atau intuisi yang berarti kemampuan seseorang untuk menerima, merasakan atau menyadari sebuah informasi yang tidak dapat diterima oleh panca indra. Dan intuisi inilah suatu kecerdasan yang paling tinggi yang dimiliki oleh manusia. Kemampuan ini cenderung dimiliki oleh semua wanita yang memiliki kepekaan rasa yang dilebihkan oleh Alloh SWT atas kebersihan akal dan kebersihan hatinya.

Contoh teladan dari Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, tanpa banyak bertanya dan bahkan cenderung merespon dengan penuh ikhlas atas apa yang diperintahkan oleh Alloh yaitu menempatkan Ismail di padang pasir yang tandus dan gersang, hidup sebatang kara dengan harus membesarkan seorang putra mungil yang masih membutuhkan perlindungan dari seorang ayah.

Tujuan Hidup Manusia

Tujuan Hidup Manusia

Realitas yang terjadi dalam tubuh umat Islam saat ini sangatlah terpuruk dalam sejarahnya. Umat Islam kehilangan kebanggaan akan ke Islamannya dan menjadi pengekor setia kebudayaan barat, yang telah nyata-nyata ingin menghancurkan dan menghilangkan cahaya Islam dari muka bumi ini.

Kebangkrutan ini mendorong timbulnya krisis keyakinan, kebingungan menyerang pikiran manusia, erosi besar-besaran melanda jiwa manusia. Penyebabnya adalah karena manusia tidak mengetahui atau pura-pura tidak tahu akan tujuan dan jalan hidupnya.

Untuk orang yang tauhidnya telah sempurna, tidak ada jalan lain yang mesti ia tempuh dalam mencapai tujuannya yaitu Wijhatul Hayat (Keridhoan Alloh). Hanyalah satu jalan saja, yaitu Islam, karena mereka percaya dan yakin sepenuhnya bahwa Islamlah satu-satunya jalan hidup. Islam satu-satunya solusi bagi setiap kejadian. Islam yang akan menghantarkan manusia pada keridhoan Alloh. Islam sebagai sang penyelamat dan Islam yang haq itu merupakan wahyu Alloh yang mempunyai kebenaran mutlak, sedangkan jalan dan teori lain yang merupakan ciptaan/produk manusia semuanya tidak mempunyai kebenaran mutlak. Firman Alloh SWT :